DAKWAH DAMAI




Oleh Uwes Fatoni

Dakwah sebagai upaya internalisasi, transmisi, transformasi dan difusi ajaran Islam di tengah kehidupan masyarakat telah demikian semarak di negara kita. Namun, proses penyebaran nilai-nilai Islam ini tercoreng dan mendapatkan citra buruk tatkala beberapa kelompok Islam melakukannya dengan cara-cara kekerasan. Sejatinya, proses dakwah perlu mencerminkan makna Islam itu sendiri.


Menurut Ibn Mundzir dalam Kitab lisan al-'Arab akar kata Islam adalah aslama yang berarti pasrah, tunduk, patuh dan damai. Jadi, Islam adalah agama perdamaian yang disebarluaskan dengan penuh kesejukan. sebuah kesalahan besar bila dakwah disampaikan dengan kekerasan. Bukan dakwah namanya bila menghina, mengganggu bahkan menyakiti orang lain. Sebaliknya, dakwah itu harus penuh dengan kesejukan, melalui tutur kata yang baik (bi ahsan al-qaul) dan dengan peringai yang baik pula (bi ahsan al-'amal), sebagaimana firman Allah :

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Q.S Fushilat [41] : 33)

Dakwah damai ini telah menjadi kebutuhan di tengah kondisi masyarakat yang multikultur, multietnik dan multiagama. Allah sangat menghargai keragaman manusia. Banyak ayat Al-Quran yang menyebutkan bahwa keragaman adalah sunnatullah. Manusia beragam dalam suku dan bangsa (Q.S Al-Hujurat [49] :13), beragam dalam bahasa dan warna kulit (Q.S Thaha [30] :21) dan cenderung untuk berkelompok (Q.S ar-Rum [30]:22). Keragaman ini menjadi tantangan bagi da'i dalam meramu dan menyajikan pesan dakwah yang menenangkan.

Dalam beberapa ayat Al-Quran Allah telah memberi petunjuk tentang metode berdakwah secara damai. Misalnya melalui ta'aruf atau saling mengenal dan menerima (Q.S Al-Hujurat [49]:13), ishlah (Q.S Al-Mujadilah [58]:10), menyeru kepada ungkapan yang sama (Q.S Ali Imran [3]:64), toleransi dan tidak saling menghina (Q.S Al-An'am [6]:108) dan yang paling utama dengan cara bijak, contoh teladan serta berdebat secara baik-baik (Q.S An-Nahl [16]:125)

Semoga kita diberi kekuatan dalam mendakwahkan Islam secara damai sehingga citra Islam sebagai agama perdamaian bisa terwujud dan rahmatan lil 'alamin bisa tercipta. Amin
© all rights reserved
Modified by kanguwes