Ramadhan Bulan Dakwah

 


Beragam hadits Nabi Muhammad Saw menunjukkan betapa banyak keutamaan di bulan Ramadhan. Keutamaan tersebut tidak hanya mendorong peningkatan ibadah individual, tetapi juga menghadirkan kesadaran kolektif umat Islam untuk belajar, memperdalam ilmu agama, dan memperbaiki kualitas keislaman. Di sinilah Ramadhan menjadi momentum strategis bagi para kiai, ustaz, tokoh agama, termasuk dosen, dan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) untuk mendakwahkan Islam secara lebih masif dan terstruktur.

Selama ini Ramadhan dikenal sebagai syahrus shaum, syahrut tarbiyah, syahrul Qur’an, dan syahrud du’a. Namun melihat realitas sosial-keagamaan di Indonesia, Ramadhan juga sangat layak disebut sebagai syahrud da’wah wa tabligh—bulan dakwah dan penyiaran Islam. Intensitas komunikasi keagamaan meningkat tajam di berbagai lini kehidupan. Masyarakat yang sebelumnya jarang hadir dalam majelis taklim dan masjid, di bulan ini berbondong-bondong mencari ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah di tempat ibadah.

Fenomena ini tampak jelas dari aktivitas dakwah di masjid yang jauh lebih semarak dibandingkan bulan-bulan lainnya. Jamaah memadati masjid untuk ifthar (berbuka puasa), shalat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan i’tikaf. Karena banyaknya jamaah yang hadir aktivitas KPI atau tabligh juga menjadi semarak disiapkan dan dihadirkan oleh DKM di masjidnya masing-masing. Dalam ranah tabligh  dikenal 2 bentuk khitabah yang hadir secara masif di bulan Ramadhan. Khitabah diniyyah seperti khutbah Jumat yang rutin dilaksanakan dan Khutbah Idul Fitri yang dihadiri oleh jamaah masjid. Ada pula khitabah ta’tsiriyah rutinan seperti ceramah tarawih, kultum subuh, dan kajian dhuha serta khitabah ta’tsiriyah momentum seperti Nuzulul Qur’an menjadi panggung dakwah yang sarat pesan spiritual dan historis. Masjid berubah menjadi pusat komunikasi Islam yang hidup setiap hari sepanjang bulan Ramadhan.

Tidak sedikit pula masyarakat yang mengikuti khitabah ta’tsiriyah walimah, seperti walimatul ‘ursy di bulan Ramadhan atau walimatus safar sebelum keberangkatan umrah. Setiap peristiwa tersebut menjadi medium dakwah karena memuat pesan moral dan nilai-nilai keislaman yang disampaikan kepada khalayak. Ramadhan menghadirkan ruang-ruang sosial yang sarat komunikasi simbolik dan spiritual.

Aktivitas dakwah juga semarak di perkantoran, baik instansi pemerintah maupun swasta. Kajian rutin, pesantren kilat karyawan, buka puasa bersama, hingga kegiatan bakti sosial menjadi agenda yang lazim digelar. Ramadhan membangun atmosfer religius kolektif yang mendorong institusi formal ikut serta dalam penyiaran nilai-nilai Islam. Di sini, dakwah hadir dalam ruang profesional dan organisasi yang biasanya alfa atau terpinggirkan.

Lebih semarak lagi, dakwah berlangsung melalui media massa nasional. Televisi menghadirkan program sahur, tausiyah menjelang berbuka, hingga sinetron religi. Diantara program sahur RCTI menghadirkan program sinetron religi “Amanah Wali” dan “Banyak jalan menuju surga”, MNC TV menayangkan program “Rangkaian Imsakiyah” Kompas TV ada program “Kompas Sahur”. Demikian juga jelang magrib beragam program acara keislaman dihadirkan. Selain program keagamaan juga tayangan hiburan bernuansa islami termasuk talent show seperti AKSI Indonesia 2026 (Akademi Sahur Indonesia) di Indosiar. sementara tvOne menampilkan tausiyah dan liputan khusus Ramadhan serta arus mudik di berbagai TV nasional. Ramadhan menjadi musim siaran religi yang mendominasi layar kaca nasional.

Media online pun tak kalah aktif. Portal berita seperti Kompas.com, Detik.com, dan Liputan6.com membuka kanal khusus Ramadhan yang memuat panduan ibadah, inspirasi hikmah, hingga berita seputar mudik dan Idulfitri. Media bercorak Islami seperti Republika.co.id semakin menguatkan konten dakwahnya. Arus informasi religius membanjiri ruang digital, memperlihatkan bahwa Ramadhan adalah puncak komunikasi keagamaan tahunan.

Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi bulan peningkatan ibadah personal, tetapi juga bulan dakwah kolektif. Ia adalah syahrud da’wah wa tabligh, bulan di mana komunikasi dan Penyiaran Islam berlangsung secara massif di masjid, perkantoran, perusahaan, media massa televisi, radio, dan media digital.

Bagi dosen dan mahasiswa KPI, Ramadhan adalah laboratorium dakwah, yaitu momentum untuk mengintegrasikan dan mengamalkan ilmu komunikasi, dakwah, retorika, manajemen, dan strategi penyiaran dengan semangat ibadah. Sejatinya Ramdhan adalah bulannya KPI.

Penulis: Dr. H. Uwes Fatoni, Dosen dan Sekretaris Prodi KPI UIN SGD Bandung

 

© all rights reserved
Modified by kanguwes