Biografi Uwes Fatoni


Dr. H. Uwes Fatoni, M.Ag.

 
 

Lahir3 April 1980
Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia
KebangsaanIndonesia
PekerjaanAkademisi, dosen, penulis, pendakwah
InstitusiUniversitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
AlmamaterUniversitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Universitas Padjadjaran
BidangKomunikasi, studi media, dakwah, dan pengelolaan jurnal ilmiah

Uwes Fatoni (lahir 3 April 1980) adalah akademisi, dosen, penulis, dan pendakwah Indonesia yang bergerak dalam bidang komunikasi, studi media, dan dakwah. Ia merupakan dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung (UIN Sunan Gunung Djati Bandung). Pangkalan data Science and Technology Index (SINTA) mencatat bidang keilmuannya sebagai Communication, Media Studies, dan Dakwah.[1]

Selain mengajar dan meneliti, Fatoni terlibat dalam pengelolaan pendidikan tinggi, publikasi ilmiah, organisasi profesi komunikasi dan dakwah, serta pengelolaan jurnal akademik. Pada 2026 ia tercatat sebagai Sekretaris Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung.[2]

Fatoni pernah menjadi Wakil Ketua 3 Pengurus Pusat Relawan Jurnal Indonesia periode 2019–2022 dan Anggota Dewan Pengawas organisasi tersebut periode 2022–2026.[3][4] Ia juga menjadi Ketua Bidang Penelitian dan Publikasi DPP Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) periode 2022–2026,[5] serta Wakil Ketua Pengurus Wilayah Al Jam'iyatul Washliyah Jawa Barat periode 2024–2029.[6]

Kehidupan awal dan pendidikan

Menurut profil CariUstadz, Uwes Fatoni lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 3 April 1980.[7]

Fatoni menempuh pendidikan sarjana pada bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam di Fakultas Dakwah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 1998–2002. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister dalam bidang Pengkajian Masyarakat Islam pada 2003–2005.[8]

Ia selanjutnya menempuh pendidikan doktor dalam bidang Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran dan menyelesaikannya pada 2014.[7] Disertasinya berjudul Transformasi Identitas Ahmadiyah setelah Keluar dari Ahmadiyah. Disertasi tersebut kemudian dirujuk dalam penelitiannya mengenai komunikasi dan pembentukan identitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia.[9]

Karier akademik

Fatoni mulai mengajar di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 2003.[8] Bidang pengajaran dan penelitiannya berkembang pada persilangan ilmu komunikasi, studi media, komunikasi Islam, dan dakwah.[1]

Dalam pengelolaan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, pada September 2023 ia dilantik sebagai Sekretaris Jurusan KPI bersama Nase Saefudin yang menjabat sebagai ketua jurusan.[10]

Setelah nomenklatur unit tersebut menggunakan sebutan program studi, Fatoni tetap tercatat sebagai Sekretaris Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam. Dalam asesmen lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK) pada 28–30 April 2026, ia terlibat bersama pengelola program studi dalam proses evaluasi akademik dan tata kelola program studi.[2]

Fatoni juga terlibat dalam kegiatan konferensi mengenai komunikasi dan dakwah. Pada International Conference on Contemporary Da'wah and Islamic Communication (ICON CODAM) 2024 yang melibatkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Malaya, ia bertindak sebagai moderator dalam forum yang membahas komunikasi dakwah dan media sosial.[11]

Penelitian dan pemikiran

Penelitian Fatoni terutama mencakup komunikasi, studi media, dakwah, komunikasi keagamaan, kelompok keagamaan, media digital, dan pengelolaan komunikasi Islam.[1]

Ahmadiyah dan komunikasi keagamaan

Salah satu tema penelitian awal Fatoni adalah dinamika komunikasi antara Jemaat Ahmadiyah Indonesia dan masyarakat Muslim di Jawa Barat.

Pada 2013, ia mempresentasikan penelitian berjudul IMKASA Tasikmalaya: Model Dakwah Menghadapi Ahmadiyah di Indonesia dalam International Conference on Islam in Malay World (ICON IMAD III).[12]

Pada 2014, Fatoni menerbitkan penelitian Respons Da'i terhadap Gerakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Tenjowaringin Tasikmalaya dalam Jurnal Dakwah. Penelitian etnografis tersebut mengkaji respons dai terhadap keberadaan Jemaat Ahmadiyah di Tenjowaringin dan Kutawaringin, Tasikmalaya, serta mengidentifikasi pola dakwah defensif dan ofensif yang dijalankan oleh para dai.[13]

Penelitian tersebut kemudian berkembang dalam artikel Strategi Dakwah dan Pencitraan Diri Jemaat Ahmadiyah. Dalam penelitian tersebut, Fatoni mengkaji strategi komunikasi Jemaat Ahmadiyah melalui kegiatan komunikasi sosial, kerja sama, dan pendidikan dalam pembentukan citra kelompok di tengah masyarakat.[9]

Dakwah dan media digital

Dalam perkembangan berikutnya, penelitian Fatoni banyak diarahkan pada komunikasi dakwah melalui media baru. Karya-karyanya membahas antara lain media sosial, YouTube, vlog, film, literasi media, penyebaran berita bohong, serta komunikasi komunitas keagamaan.[14]

Topik tersebut antara lain muncul dalam penelitian mengenai pengelolaan kesan dai dalam komunitas Pemuda Hijrah, motif audiens mengakses video dakwah, dakwah literasi, pesan dakwah dalam vlog, serta strategi santri menghadapi berita bohong di media sosial.

Pada 2020 ia bersama Citra Nurjanah dan Jujun Junaedi menerbitkan penelitian mengenai pesan dakwah minoritas dalam vlog. Pada tahun yang sama ia bersama Laila Afifah Tohari dan Atjep Muhlis menulis penelitian mengenai strategi dakwah santri dalam menghadapi berita hoaks di media sosial.[15]

Teknologi untuk pendidikan Islam

Fatoni juga terlibat dalam penelitian lintas disiplin yang memanfaatkan teknologi digital untuk pendidikan Islam.

Pada 2020, ia bersama Syita Ulfah, Diena Rauda Ramdania, Khoiruddin Mukhtar, Hajir Tajiri, dan Ahmad Sarbini menerbitkan artikel “Augmented reality using Natural Feature Tracking (NFT) method for learning media of makharijul huruf” dalam IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, volume 874, artikel 012019.[16]

Penelitian tersebut menggunakan teknologi realitas berimbuh (augmented reality) dan metode Natural Feature Tracking untuk mengembangkan media pembelajaran makharijul huruf. Aplikasi yang dikembangkan menampilkan visualisasi tiga dimensi organ artikulasi dan audio pengucapan huruf hijaiyah.[17]

SINTA mencatat publikasi tersebut sebagai salah satu karya Fatoni yang terindeks Scopus dan menempatkannya sebagai penulis ketiga dari enam penulis.[1]

Keragaman agama dan resolusi konflik

Pada 2026, Fatoni bersama Muhammad Mufti Sulthanan Nasira dan Hafizh Dhiya Ulhaq menerbitkan penelitian “Micro-Governance of Religious Diversity in Segregated Urban Spaces: Conflict De-Escalation in Taman Kopo Indah, Bandung” dalam jurnal Harmoni yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia.[18]

Penelitian tersebut mengkaji mekanisme de-eskalasi konflik antaragama dalam lingkungan perumahan yang tersegregasi secara sosial dan keagamaan di Taman Kopo Indah, Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dan mengidentifikasi empat strategi dalam proses de-eskalasi, yaitu gatekeeping, saving face, penyaringan informasi, dan re-framing.[18]

Dalam metadata jurnal Harmoni, nama Fatoni tercantum sebagai “Uwes Fathoni”, dengan afiliasi Sunan Gunung Djati State Islamic University, Bandung.[18]

Pengelolaan jurnal ilmiah

Selain mengajar dan melakukan penelitian, Fatoni aktif dalam pengembangan dan pengelolaan jurnal ilmiah. Aktivitasnya meliputi tata kelola jurnal, penggunaan Open Journal Systems (OJS), proses editorial, peer review, akreditasi, etika publikasi, dan pengembangan kualitas penerbitan ilmiah.

Perkumpulan Pengelola Jurnal Ilmu Dakwah

Pada Juni 2019, para pengelola jurnal bidang ilmu dakwah dari berbagai perguruan tinggi mendirikan Perkumpulan Pengelola Jurnal Ilmu Dakwah (PPJID) dalam kegiatan di Bandung. Dalam pembentukan organisasi tersebut, Fatoni dipilih secara aklamasi sebagai ketua PPJID.[19]

PPJID dibentuk sebagai wadah bagi pengelola jurnal ilmu dakwah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan mendorong proses akreditasi jurnal-jurnal bidang dakwah di Indonesia.[19]

Relawan Jurnal Indonesia

Fatoni memiliki rekam jejak dalam Relawan Jurnal Indonesia (RJI), organisasi yang bergerak dalam pengembangan kapasitas pengelola jurnal ilmiah.

Situs resmi RJI mencatat Fatoni sebagai Wakil Ketua 3 Pengurus Pusat Relawan Jurnal Indonesia periode 2019–2022 mewakili Jawa Barat.[3]

Pada kepengurusan berikutnya, ia menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas Relawan Jurnal Indonesia periode 2022–2026.[4]

Dalam Rapat Kerja Nasional RJI pada 13–14 Januari 2023 di Yogyakarta, Fatoni menyampaikan pentingnya keberadaan organisasi pengelola jurnal dalam membantu pendampingan publikasi ilmiah dan peningkatan kapasitas pengelola jurnal di perguruan tinggi.[20]

Ia juga menjadi narasumber berbagai pelatihan pengelolaan jurnal. Pada Agustus 2025, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma menghadirkannya sebagai narasumber utama workshop penggunaan OJS. Workshop tersebut membahas pengelolaan sistem jurnal, proses editorial, kualitas terbitan, akreditasi nasional, dan indeksasi internasional.[21]

Pada September 2025 ia menjadi narasumber workshop peningkatan tata kelola jurnal Teras Kesehatan di Politeknik Al Islam Bandung. Materi yang dibahas mencakup etika publikasi ilmiah, pencegahan plagiarisme, pengelolaan peran administrator, editor dan penelaah, serta praktik peer review.[22]

Organisasi profesi dan keagamaan

ASKOPIS

Fatoni aktif dalam Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS), organisasi yang menghimpun pengelola Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di berbagai perguruan tinggi Indonesia.

Dalam Dewan Pengurus Pusat ASKOPIS periode 2022–2026, Fatoni tercatat sebagai Ketua Bidang Penelitian dan Publikasi.[5]

Pada pelantikan dan Rapat Kerja Nasional DPP ASKOPIS pada September 2023, Fatoni juga menyampaikan pandangannya mengenai perlunya keterlibatan akademisi komunikasi dalam literasi media dan upaya menghadapi penyebaran berita hoaks serta politisasi agama di media.[5]

Al Jam'iyatul Washliyah

Fatoni juga aktif dalam organisasi Islam Al Jam'iyatul Washliyah. Pada 2 November 2024, ia dilantik sebagai salah satu Wakil Ketua Pengurus Wilayah Al Jam'iyatul Washliyah Jawa Barat periode 2024–2029.[6]

Pelantikan pengurus wilayah tersebut berlangsung di Masjid Raya Al Jabbar, Bandung, dan dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam'iyatul Washliyah Masyhuril Khamis.[6]

Asosiasi Akademisi dan Profesi Dai Indonesia

Pada 2026, Fatoni mendapat amanah sebagai Koordinator Departemen Komunikasi dan Informasi Asosiasi Akademisi dan Profesi Dai Indonesia (APDI) periode 2026–2030.[23]

Jabatan tersebut berkaitan dengan pengelolaan komunikasi dan informasi organisasi profesi dai dan akademisi dakwah.[23]

Aktivitas dakwah

Selain berkarier sebagai akademisi, Fatoni juga melakukan kegiatan dakwah dan pengajaran agama kepada masyarakat.

Profil CariUstadz mencatat bidang dakwah dan komunikasi sebagai bidang kegiatannya dan menyebut bahwa ia pernah melakukan kegiatan dakwah di Bandung, Medan, serta New York, Amerika Serikat.[7]

Sejumlah ceramahnya juga didokumentasikan melalui media digital. Topik yang dibahas antara lain hubungan Islam dan penggunaan media sosial, etika komunikasi, muamalah di media sosial, serta kajian keislaman.

Salah satu rekaman kajiannya membahas “Muamalah Media Sosial”, yang menghubungkan perilaku komunikasi di media sosial dengan prinsip-prinsip muamalah Islam.[24]

Ia juga pernah mengisi tausiyah Subuh Ramadan di Masjid Pusdai Jawa Barat yang didokumentasikan melalui YouTube.[25]

Narasumber media

Fatoni beberapa kali dimintai pendapat oleh media massa mengenai persoalan sosial dan keagamaan.

Pada Juli 2023, Tribun Jabar memuat pandangannya mengenai kasus jemaah haji Indonesia yang hilang di Tanah Suci. Fatoni menyoroti persoalan pendampingan jemaah lanjut usia, penurunan daya ingat pada sebagian jemaah, serta kemampuan mengenali lingkungan selama pelaksanaan ibadah haji.[26] Pandangan tersebut juga dimuat ulang oleh situs resmi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.[27]

Pada Agustus 2023, Tribun Jabar juga memuat komentarnya setelah penetapan tersangka terhadap pimpinan Ma'had Al-Zaytun, Panji Gumilang. Dalam pemberitaan tersebut, Fatoni memberikan pandangan dari perspektif komunikasi keagamaan mengenai kontroversi yang berkembang di sekitar Al-Zaytun.[28]

Kegiatan media dan kepenulisan

Selain menulis karya akademik, Fatoni juga menulis artikel populer mengenai agama, pendidikan, komunikasi, dan perjalanan.

Ia juga terlibat dalam pengelolaan media Dakwahpos. Laman redaksi media tersebut mencantumkan Uwes Fatoni sebagai Pemimpin Redaksi.[29]

Pada masa awal pengembangan Dakwahpos, Fatoni menulis bahwa media tersebut dimaksudkan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memproduksi dan mendistribusikan informasi mengenai kegiatan dakwah serta sebagai sarana pembelajaran media bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam.[30]

Tulisan di Republika

Repositori UIN Sunan Gunung Djati Bandung mencatat artikel Fatoni berjudul “Dakwah di Amerika Serikat” yang diterbitkan di Republika pada 2014.[31]

Pada 18 April 2022, Republika menerbitkan tulisannya berjudul “Doa dan Keyakinan”, yang membahas hubungan antara ikhtiar, doa, dan keyakinan dalam kehidupan seorang Muslim.[32]

Pada 7 Desember 2022, Republika menerbitkan artikel Fatoni berjudul “Menuntut Ilmu”. Tulisan tersebut membahas prinsip pencarian ilmu sepanjang hayat dalam tradisi Islam.[33]

Tulisan perjalanan

Fatoni juga menulis tentang perjalanan dan pariwisata. Pada 19 November 2023, detikTravel menerbitkan tulisannya berjudul “Spot Kekinian di Candi Gedong Songo”, yang membahas kawasan wisata sejarah Candi Gedong Songo di Kabupaten Semarang beserta sejumlah destinasi wisata di sekitarnya.[34]

Karya terpilih

Buku

  • Kredibilitas: Kunci Sukses Mubaligh. Bandung: Task Press, 2005.[8]
  • Interaksi Sosial Penganut Tarekat di Tasikmalaya. Bandung: Task Press, 2006.[8]

Artikel dan karya ilmiah

  • Fatoni, Uwes. “IMKASA Tasikmalaya: Model Dakwah Menghadapi Ahmadiyah di Indonesia.” International Conference on Islam in Malay World (ICON IMAD III), 2013.[12]
  • Fatoni, Uwes. “Respons Da'i terhadap Gerakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Tenjowaringin Tasikmalaya.” Jurnal Dakwah, Vol. 15, No. 1, 2014, hlm. 49–65.[13]
  • Fatoni, Uwes. “Strategi Dakwah dan Pencitraan Diri Jemaat Ahmadiyah.” Anida: Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah, Vol. 18, No. 2, 2019, hlm. 141–158. DOI: 10.15575/anida.v18i2.5073.[9]
  • Ulfah, Syita; Ramdania, Diena Rauda; Fatoni, Uwes; Mukhtar, Khoiruddin; Tajiri, Hajir; Sarbini, Ahmad. “Augmented reality using Natural Feature Tracking (NFT) method for learning media of makharijul huruf.” IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, Vol. 874, No. 1, 012019, 2020. DOI: 10.1088/1757-899X/874/1/012019.[16]
  • Tohari, Laila Afifah; Fatoni, Uwes; Muhlis, Atjep. “Strategi Dakwah Santri dalam Menghadapi Berita Hoax di Media Sosial.” Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2020.[35]
  • Nurjanah, Citra; Junaedi, Jujun; Fatoni, Uwes. “Pesan Dakwah Minoritas dalam Vlog.” Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2020.[36]
  • Gunawan, A.; Ridwan, A.; Fatoni, U. “Peranan Tabligh terhadap Pemahaman Toleransi Beragama pada Masyarakat di Kota Bandung.” Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 2021.[37]
  • Nasira, Muhammad Mufti Sulthanan; Fathoni, Uwes; Ulhaq, Hafizh Dhiya. “Micro-Governance of Religious Diversity in Segregated Urban Spaces: Conflict De-Escalation in Taman Kopo Indah, Bandung.” Harmoni, Vol. 25, No. 1, 2026, hlm. 53–73. DOI: 10.32488/harmoni.v25i1.983.[18]

Tulisan populer

  • “Dakwah di Amerika Serikat”, Republika, 2014.[38]
  • “Media Dakwah Alternatif”, Republika, 2014.[39]
  • “Doa dan Keyakinan”, Republika, 2022.[32]
  • “Menuntut Ilmu”, Republika, 2022.[33]
  • “Spot Kekinian di Candi Gedong Songo”, detikTravel, 2023.[34]

Profil akademik daring

Fatoni memiliki profil pada sejumlah pangkalan data akademik. SINTA mencatatnya dengan SINTA ID 259060.[1]

Ia juga memiliki Scopus Author ID 57200993708. Identitas Scopus tersebut tercantum pada profil editorial Universitas Padjadjaran dan pada sejumlah jurnal akademik yang mencatat afiliasinya dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.[40]

Profil ORCID Fatoni tercatat dengan nomor 0000-0001-7724-9400 dan juga mencantumkan Scopus Author ID 57200993708.[41]

Lihat pula

Referensi

  1. Uwes Fatoni. Science and Technology Index. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Diakses 13 Agustus 2026.
  2. Prodi KPI UIN Bandung Sukses Jalani Asesmen Lapangan LAMSPAK 2026. UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 4 Mei 2026. Diakses 13 Agustus 2026.
  3. Pengurus Pusat Relawan Jurnal Indonesia. Relawan Jurnal Indonesia. Diakses 13 Agustus 2026.
  4. Dewan Pengawas Relawan Jurnal Indonesia. Relawan Jurnal Indonesia. Diakses 13 Agustus 2026.
  5. Dosen KPI UIN Bandung Hadiri Pelantikan dan Semnas ASKOPIS. Dakwahpos. 12 September 2023. Diakses 13 Agustus 2026.
  6. Ketua Umum Masyhuril Khamis Melantik Pengurus Al Washliyah Jabar, Ini Nama-namanya. Al Jam'iyatul Washliyah. 2 November 2024. Diakses 13 Agustus 2026.
  7. Profil Ustadz Dr. Uwes Fatoni, M.Ag. CariUstadz. Diakses 13 Agustus 2026.
  8. Uwes Fatoni - Curriculum Vitae. Academia.edu. Diakses 13 Agustus 2026.
  9. Fatoni, Uwes. Strategi Dakwah dan Pencitraan Diri Jemaat Ahmadiyah. Anida: Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah. Vol. 18, No. 2. hlm. 141–158. 2019. DOI: 10.15575/anida.v18i2.5073. Diakses 13 Agustus 2026.
  10. Ketua dan Sekretaris Jurusan KPI Dilantik Rektor UIN Bandung. Dakwahpos. 20 September 2023. Diakses 13 Agustus 2026.
  11. Pesan Dakwah di Media Sosial harus Relevan dengan Kehidupan. UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 24 Juli 2024. Diakses 13 Agustus 2026.
  12. IMKASA Tasikmalaya: Model Dakwah Menghadapi Ahmadiyah di Indonesia. Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 2013. Diakses 13 Agustus 2026.
  13. Fatoni, Uwes. Respons Da'i terhadap Gerakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Tenjowaringin Tasikmalaya. Jurnal Dakwah. Vol. 15, No. 1. hlm. 49–65. 2014. Diakses 13 Agustus 2026.
  14. Garuda Publications - Uwes Fatoni. Science and Technology Index. Diakses 13 Agustus 2026.
  15. Uwes Fatoni - Publications. Science and Technology Index. Diakses 13 Agustus 2026.
  16. Ulfah, Syita; Ramdania, Diena Rauda; Fatoni, Uwes; Mukhtar, Khoiruddin; Tajiri, Hajir; Sarbini, Ahmad. Augmented reality using Natural Feature Tracking (NFT) method for learning media of makharijul huruf. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering. Vol. 874, No. 1. hlm. 012019. 2020. IOP Publishing. DOI: 10.1088/1757-899X/874/1/012019.
  17. Augmented reality using Natural Feature Tracking (NFT) method for learning media of makharijul huruf. Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 2020. Diakses 13 Agustus 2026.
  18. Nasira, Muhammad Mufti Sulthanan; Fathoni, Uwes; Ulhaq, Hafizh Dhiya. Micro-Governance of Religious Diversity in Segregated Urban Spaces: Conflict De-Escalation in Taman Kopo Indah, Bandung. Harmoni. Vol. 25, No. 1. hlm. 53–73. 30 Juni 2026. DOI: 10.32488/harmoni.v25i1.983. Diakses 13 Agustus 2026.
  19. Pengelola Jurnal Empower dan Orasi FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dukung Pendirian PPJID. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. 1 Juli 2019. Diakses 13 Agustus 2026.
  20. Relawan Jurnal Indonesia Melaksanakan Rakernas di Yogyakarta. Rakyatku. 15 Januari 2023. Diakses 13 Agustus 2026.
  21. Workshop Penggunaan OJS pada Pengelolaan Jurnal di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma. Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma. 1 September 2025. Diakses 13 Agustus 2026.
  22. Workshop Peningkatan Tata Kelola Jurnal Teras Kesehatan. LPPM Politeknik Al Islam Bandung. 5 Februari 2026. Diakses 13 Agustus 2026.
  23. Dr. H. Uwes Fatoni, M.Ag. atas amanah sebagai Koordinator Departemen Komunikasi dan Informasi Asosiasi Akademisi dan Profesi Dai Indonesia. Instagram. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 2026. Diakses 13 Agustus 2026.
  24. Muamalah Media Sosial - Dr. Uwes Fatoni, M.Ag. YouTube. Diakses 13 Agustus 2026.
  25. Tausiyah Subuh bersama Dr. Uwes Fatoni, M.Ag. YouTube. Diakses 13 Agustus 2026.
  26. Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sebut Faktor Penyebab Jemaah Haji Hilang di Tanah Suci. Tribun Jabar. 10 Juli 2023. Diakses 13 Agustus 2026.
  27. Dosen UIN Sunan Gunung Djati Sebut Faktor Penyebab Jemaah Haji Hilang di Tanah Suci. UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 10 Juli 2023. Diakses 13 Agustus 2026.
  28. Penetapan Tersangka Panji Gumilang, Dosen UIN Bandung Berharap Tak Ada Lagi Pemikiran Kontroversial. Tribun Jabar. 2 Agustus 2023. Diakses 13 Agustus 2026.
  29. Struktur Redaksi. Dakwahpos. Diakses 13 Agustus 2026.
  30. Fatoni, Uwes. Urgensi Media Dakwah Islam Aktual. Dakwahpos. 21 September 2015. Diakses 13 Agustus 2026.
  31. Fatoni, Uwes. Dakwah di Amerika Serikat. Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 2014. Diakses 13 Agustus 2026.
  32. Fatoni, Uwes. Doa dan Keyakinan. Republika. 18 April 2022. Diakses 13 Agustus 2026.
  33. Fatoni, Uwes. Menuntut Ilmu. Republika. 7 Desember 2022. Diakses 13 Agustus 2026.
  34. Fatoni, Uwes. Spot Kekinian di Candi Gedong Songo. detikTravel. 19 November 2023. Diakses 13 Agustus 2026.
  35. Garuda Publications - Uwes Fatoni. Science and Technology Index. Diakses 13 Agustus 2026.
  36. Garuda Publications - Uwes Fatoni. Science and Technology Index. Diakses 13 Agustus 2026.
  37. Google Scholar Publications - Uwes Fatoni. Science and Technology Index. Diakses 13 Agustus 2026.
  38. Dakwah di Amerika Serikat. Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 2014. Diakses 13 Agustus 2026.
  39. Media Dakwah Alternatif. Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 2014. Diakses 13 Agustus 2026.
  40. Uwes Fatoni - Editorial Team. Universitas Padjadjaran. Diakses 13 Agustus 2026.
  41. Uwes Fatoni. ORCID. Diakses 13 Agustus 2026.

Pranala luar

© all rights reserved
Modified by kanguwes