Tampilkan postingan dengan label Unggulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unggulan. Tampilkan semua postingan

Masjid, Kepedulian Lingkungan, dan Ekoteologi

 


Kepengurusan Masjid Baitul Mu’min Periode 2026-2029 baru saja dilantik hari Jum'at (22 Mei 2026). Saya diamanahi oleh jamaah masjid untuk menjadi ketua. Biar sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, Saya jadikan momentum kepengurusan ini sambil mengamalkan ilmu komunikasi di masjid. Untuk memulai kepengurusan ini banyak hal yang ingin dilakukan. Namun yang paling mendasar untuk disiapkan dalam pandangan saya adalah visi misi kepengurusan, tagline dan program besar. 

Mengamati perkembangan masjid yang sudah berdiri 28 tahun (berdiri sejak 1998) banyak hal yang sudah berubah terutama masjid yang semakin luas. Namun, perkembangan ini belum seimbang dengan peningkatan program dan partisipasi jamaahnya. Untuk itu dibuatkan visi dengan  tagline "Tumbuh Masjidnya, Berdaya Jamaahnya". 

Visi ini menunjukkan bahwa Masjid Baitul Mu'min harus terus berkembang seiring perkembangan zaman, namun fokus pengembangannya tetap jamaah oriented, berorientasi kepada jamaah sebagai pengguna layanan masjid. "Tumbuh Masjidnya" menandakan bahwa Masjid Baitul Mu'min terus berkembang. Sarana dan prasarana masjid semakin dilengkapi, pelayanan semakin ditingkatkan dan penggunaan teknologi semakin digalakkan untuk menjaring aspirasi juga mengekspose kemajuan dan pertumbuhan masjid. Selain itu juga program pembebasan lahan wakaf perlu terus dipikirkan agar segera bisa diselesaikan.

 "Berdaya masjidnya" menandakan bahwa jamaah sebagai pengguna layanan masjid harus terus diberdayakan, baik secara spiritual dengan berbagai kegiatan ibadah dan dakwah, juga dengan berbagai kegiatan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Keberadaan lembaga masjid menjadi pendukung kehidupan beribadah jamaah berhubungan dengan Allah (hablum minallah) . 

Salah satu program besar pengurus masjid Baitul Mu’min saat ini adalah Baitul Mu'min Mepeling (Mesjid Peduli Lingkungan). Lingkungan di sini bisa dimaknai sebagai hubungan sesama manusia (hablum minannas) dan hubungan dengan alam (hablum minal 'alam). Masjid membuat campaign berkaitan dengan isu-isu lingkungan yang dampak berikutnya bisa disosialisasikan sehingga branding masjid bisa dikenali oleh masyarakat lebih luas. 

Landasan teologi program Masjid Peduli Linkungan  ini adalah ayat Al-Quran diantaranya Surat Ar-Rum: 41 mengungkapkan tentang kerusakan yang terjadi di muka bumi itu disebabkan oleh ulah manusia. Kita sebagai manusia berdasarkan ayat ini dituntut untuk jangan merusak alam. Mafhum mukhalafahnya Kita dituntut untuk menjaga alam. 

Ayat lain berkaitan dengan lingkungan adalah pengolahan sampah, yaitu mengolah sampah agar tidak terbuang dengan percuma. Mengutip Surat Ali-Imran: 191 tentang kebermanfaatan alam semesta yang menyatakan bahwa Allah tidak menciptakan makhluk di alam semesta ini dengan ini sia-sia. Untuk itu sampah harus dikelola dengan baik termasuk memulai metode magot BSF.

Sampah yang kita anggap sia-sia ternyata memiliki keberkahan jika dikelola dengan baik. Melalui metode magot BSF ini, kita tidak hanya mengurangi beban sampah di lingkungan, tetapi juga mengubah mindset bahwa sampah organik dapat diolah menjadi pakan ternak yang bernilai ekonomi tinggi.

 Jamaah harus mulai memiliki kebiasaan kecil mengelola sampah di rumah masing-masing. Dapur keluarga bisa menjadi titik awal perubahan apabila setiap rumah tangga mulai memilah dan mengolah sampah organik secara mandiri.  Perilaku positif yang harus dimiliki oleh umat Islam bisa meniru perilaku para ahli sufi. 

Ulama tasawuf memperkenalkan konsep Takhalli, Tahalli dan Tajalli. Takhalli itu mengosongkan diri dari sifat tercela, Tahalli mengisi diri dengan sifat terpuji dan Tajalli penampakan cahaya sinar ilahi dalam hatinya.

Dengan 3 konsep tasawuf ini kita bisa mengimplementasikannya dalam perilaku menjaga lingkungan. Takhalli artinya kita singkirkan kebiasaan membuang sampah tanpa memilah. Tahalli kita mulai membiasakan diri memilah sampah paling tidak menjadi kelompok sampah organik, anorganik dan residu. Tajalli akan terwujud yaitu nampaknya nilai keindahan dalam lingkungan yaitu bersih dari sampah. Saya menyebut konsep Tajalli ini dengan kepanjangan KITA JAGA ALAM DAN LINGKUNGAN.

Program besar Mesjid Peduli Lingkungan ini bisa diturunkan menjadi program rinci. Diantaranya :
Program Kajian Islam dan lingkungan Program Mesjid Bebas Sampah Program Pengolahan Sampah Organik Program Bank Sampah Mesjid Program Penghijauan Area Mesjid Program Qurban Ramah Lingkungan Program Eco-Mesjid Program Anak dan Remaja Mesjid Peduli Lingkungan  

Konsep masjid peduli lingkungan ini sesuai dengan program ekoteologi yang dicanangkan oleh Kementerian Agama. Dalam kebijakan Kementerian Agama, penguatan ekoteologi telah ditetapkan sebagai salah satu dari delapan Asta Program Prioritas Menteri Agama Tahun 2025–2029 melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 244 Tahun 2025. Artinya, kepedulian terhadap lingkungan bukan lagi isu tambahan, tetapi sudah menjadi bagian dari arah kebijakan keagamaan nasional.

Ekoteologi mengajarkan bahwa agama tidak hanya hadir di ruang ibadah, tetapi juga harus terlihat dalam cara manusia memperlakukan alam. Orang beragama tidak cukup hanya rajin beribadah secara ritual, tetapi juga harus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga air, tanah, udara, tumbuhan, hewan, dan lingkungan tempat hidup bersama. Dalam konteks ini, masjid memiliki posisi yang sangat strategis karena masjid bukan hanya tempat salat, tetapi juga pusat pendidikan, pusat gerakan sosial, pusat pemberdayaan, dan pusat perubahan perilaku jamaah.

Kementerian Agama juga mendorong pelestarian lingkungan melalui peran masjid, KUA, dan wakaf hutan. Arah ini menunjukkan bahwa rumah ibadah diharapkan menjadi motor gerakan lingkungan berbasis nilai keagamaan, bukan sekadar tempat kegiatan ritual. Program ini juga diperkuat dengan berbagai aksi nyata seperti penanaman pohon, kampanye pengurangan sampah, gerakan rumah ibadah bersih, dan pengembangan kesadaran ekologis berbasis agama.

Karena itu, program Baitul Mu’min Mepeling bukan sekadar program kebersihan masjid. Lebih jauh dari itu, program ini adalah ikhtiar menjadikan masjid sebagai pusat gerakan perubahan perilaku jamaah. Jika selama ini masjid lebih banyak dikenal melalui kegiatan salat berjamaah, pengajian, santunan, dan peringatan hari besar Islam, maka ke depan masjid juga harus hadir sebagai ruang pembelajaran hidup yang lebih luas. Jamaah datang ke masjid bukan hanya untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, tetapi juga membawa pulang kesadaran baru untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia dan alam sekitar.

Program Kajian Islam dan Lingkungan menjadi pintu masuk utama. Kajian ini penting agar gerakan peduli lingkungan tidak dianggap sekadar kegiatan teknis, seperti memilah sampah, menanam pohon, atau membersihkan halaman. Gerakan ini harus diberi dasar pemahaman keagamaan. Jamaah perlu memahami bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari amanah kekhalifahan manusia di muka bumi. Dengan begitu, kepedulian lingkungan tidak berjalan karena tren, tetapi karena kesadaran iman.

Program Mesjid Bebas Sampah menjadi langkah praktis berikutnya. Masjid harus menjadi contoh tempat yang bersih, tertib, dan nyaman. Setiap kegiatan masjid, mulai dari pengajian, majelis taklim, rapat DKM, kegiatan anak-anak, hingga acara besar, harus mulai dibiasakan mengurangi sampah plastik sekali pakai. Kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler, menyediakan tempat sampah terpilah, tidak meninggalkan sampah setelah kegiatan, dan membersihkan kembali tempat acara harus menjadi budaya jamaah.

Program Pengolahan Sampah Organik menjadi program yang sangat relevan dengan kehidupan rumah tangga jamaah. Sampah dapur setiap hari menjadi persoalan hampir di semua rumah. Jika tidak dikelola, sampah itu hanya menjadi bau, kotor, dan membebani lingkungan. Tetapi jika dikelola, sampah organik bisa menjadi kompos, pakan magot, dan bahkan memiliki nilai ekonomi. Di sinilah masjid bisa menjadi pusat edukasi. Jamaah tidak hanya diajak mendengar ceramah, tetapi juga diajak belajar praktik langsung mengelola sampah dari rumah.

Program Bank Sampah Mesjid dapat menjadi penghubung antara kepedulian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi jamaah. Sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, dan logam dapat dikumpulkan, ditimbang, dicatat, lalu dijual kepada mitra bank sampah atau pengepul. Hasilnya bisa digunakan untuk kas sosial masjid, santunan dhuafa, kegiatan pendidikan anak, atau tabungan jamaah. Dengan cara ini, jamaah belajar bahwa sampah bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga bisa menjadi instrumen sedekah dan pemberdayaan.

Program Penghijauan Area Mesjid menjadi simbol bahwa masjid harus menghadirkan kesejukan, bukan hanya secara spiritual, tetapi juga secara fisik. Masjid yang hijau, rindang, dan tertata akan membuat jamaah lebih nyaman beribadah. Penanaman pohon, tanaman obat keluarga, tanaman hias, atau taman kecil masjid dapat menjadi bagian dari gerakan ini. Program ini juga sejalan dengan gerakan penanaman pohon yang didorong dalam berbagai implementasi ekoteologi Kementerian Agama.

Program Qurban Ramah Lingkungan juga penting karena kegiatan qurban sering menghasilkan banyak sampah dan limbah. Panitia qurban perlu mulai memikirkan pengurangan plastik, pengelolaan darah dan kotoran hewan, kebersihan area penyembelihan, serta distribusi daging yang lebih tertib dan ramah lingkungan. Qurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga soal menjaga adab, kebersihan, kesehatan, dan kemaslahatan lingkungan.

Program Eco-Mesjid menjadi payung besar untuk membangun tata kelola masjid yang lebih ramah lingkungan. Di dalamnya bisa mencakup penghematan listrik, penghematan air wudhu, penggunaan lampu hemat energi, pengelolaan toilet bersih, sistem drainase yang baik, dan penggunaan teknologi sederhana untuk edukasi jamaah. Masjid yang makmur tidak harus boros. Justru masjid yang baik adalah masjid yang mampu mengelola sumber daya secara bijak.

Program Anak dan Remaja Mesjid Peduli Lingkungan menjadi investasi jangka panjang. Anak-anak TPA dan remaja masjid perlu dilibatkan sejak awal agar mereka tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga pelaku gerakan. Mereka bisa diajak membuat poster lingkungan, kampanye media sosial, praktik memilah sampah, menanam pohon, membuat kompos, atau menjadi relawan kebersihan dalam kegiatan masjid. Dengan begitu, masjid tidak hanya mencetak generasi yang bisa membaca Al-Quran, tetapi juga generasi yang peduli terhadap kehidupan.

Agar program ini tidak berhenti sebagai slogan, Baitul Mu’min Mepeling harus dijalankan secara bertahap. Tidak semua program harus dilakukan sekaligus. Tahap awal yang paling realistis adalah memulai dari tiga hal: edukasi jamaah, pemilahan sampah, dan pengolahan sampah organik. Setelah itu baru diperkuat dengan bank sampah, penghijauan, qurban ramah lingkungan, dan pelibatan anak serta remaja masjid.

Dengan begitu, tagline “Tumbuh Masjidnya, Berdaya Jamaahnya” tidak berhenti sebagai kalimat indah. Tagline itu harus menjadi arah gerak. Masjid tumbuh bukan hanya karena bangunannya semakin luas, tetapi karena pelayanannya semakin baik, programnya semakin hidup, dan jamaahnya semakin terlibat. Jamaah berdaya bukan hanya karena mendapat manfaat dari masjid, tetapi juga karena ikut menjadi bagian dari perubahan.

Masjid Baitul Mu’min Mepeling adalah ikhtiar kecil untuk memulai perubahan itu. Dari masjid, kita belajar menjaga kebersihan. Dari jamaah, kita membangun kebiasaan. Dari lingkungan sekitar, kita melihat tanda-tanda kebesaran Allah. Semoga Masjid Baitul Mu’min tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga menjadi pusat gerakan kebaikan yang menumbuhkan iman, menguatkan jamaah, dan menjaga alam sebagai amanah dari Allah SWT.


Matkul Jurnalisme Dakwah Hantarkan 44 Tulisan Mahasiswa Dimuat di Koran Media Nasional

 


Salah satu tantangan dalam mengajar mahasiswa Komunikasi, khususnya Komunikasi dan Penyiaran Islam di UIN Sunan Gunung Djati Bandung adalah kesadaran mental dan kurangnya motivasi (lack of motivation) mahasiswa dalam menulis. Hasil survei setiap tahun di awal semester terhadap mahasiswa tentang apa passion (ketertarikan) mereka dalam tiga ranah KPI, maka pilihan kompetensi penulisan (kitabah) termasuk yang paling sedikit di pilih dibandingkan penyiaran (i'lam) dan public speaking (khitabah).

Menulis sebagai keahlian mendasar manusia, selain berbicara, mendengar dan membaca memang termasuk keahlian yang paling berat dan paling susah. Dibandingkan dengan keahlian mendengar dan membaca yang tidak dituntut aktivitas yang tinggi, atau disebut juga kemampuan pasif, keahlian menulis sejajar dengan keahlian berbicara, termasuk keahlian aktif. Dalam melakukan aktivitas berbicara atau menulis seseorang dituntut untuk mengeluarkan gagasan, meyakinkan pendengar atau pembaca nya agar pesan yang dikirimnya bisa diterima dan kalau perlu disetujui.

Keahlian menulis juga menuntut energi yang besar. Orang yang ingin mahir menulis harus mahir membaca. Tidak mungkin punya gagasan yang bagus dan brilian untuk dicurahkan dalam tulisan kalau tidak memiliki pengetahuan, dan pengetahuan itu diperoleh dari membaca. Jadi kemampuan menulis itu adalah kemampuan yang berat karena diperlukan energi besar untuk bisa melakukannya, apalagi bisa melakukan secara konsisten atau istiqomah.

Kurangnya ketertarikan dalam kompetensi menulis di kalangan mahasiswa ini sebenarnya bukan kondisi sebenarnya dari kemampuan mahasiswa itu sendiri. Kecerdasan mereka sebagai mahasiswa yang lulus seleksi masuk perguruan tinggi tentu melebihi kecerdasan orang yang tidak lulus seleksi atau orang yang tidak kuliah. Dengan modal dasar kecerdasan tersebut, sejatinya mahasiswa hanya perlu diarahkan agar memiliki kemampuan menulis.

Inilah yang dipraktekkan dalam mata kuliah Jurnalisme Dakwah di Jurusan KPI UIN SGD Bandung. Mahasiswa dengan modal dasar kecerdasan yang tinggi meski dengan passion yang kurang bisa dilatih dan diarahkan untuk mahir menulis. Salah satu bentuk latihan menulis dalam mata kuliah ini adalah menulis opini yang dikirimkan ke media nasional. Di antara media nasional yang memberikan peluang untuk dimuat tulisan opini level mahasiswa adalah Media Indonesia. Tugas penulisan opini ini sudah diterapkan sejak 5 tahun lalau, yaitu 2017 dan sudah berhasil menghantarkan puluhan tulisan mahasiswa untuk dimuat di media nasional tersebut. 

Tahun 2021 ini mulai Bulan Oktober mahasiswa diarahkan untuk menulis dan mengirimkan tulisan ke Kolom Forum Media Indonesia. Sebelumnya sejak awal kuliah bulan September mereka diajarkan tentang dasar-dasar penulisan, gambaran Koran Media Nasional, Teknik menulis opini dan teknik mengirimkan tulisan. Alhamdulilah sampai pertengahan bulan Januari 2022 ada 43 tulisan yang dimuat (sebelumnya di bulan Desember baru 26 tulisan yang dimuat). Bahkan pada hari Kamis, 7 Desember 2021 terjadi hattrick, yaitu 3 tulisan dimuat sekaligus dalam satu hari. tampilan layarnya bisa bisa dilihat dalam gambar di atas tulisan ini. Kejadian tersebut menjadi penanda keberhasilan yang patut untuk disyukuri baik oleh mahasiswa maupun dosennya.

Ketika tulisan tersebut dimuat, lalu dirayakan keberhasilannya dengan menginformasikannya di Grup WA mahasiswa, Grup WA dosen jurusan KPI, Grup WA dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi dan Grup WA Riset Dosen. Apresiasi banyak diberikan oleh anggota grup tersebut. Selain dishare di grup WA tulisan tersebut juga dipostingkan di Media Sosial Facebook UIN Sunan Gunung Djati sehingga bisa dibaca lebih luas. 

Tentu upaya ini hanya tahap awal untuk membentuk kompetensi menulis mahasiswa KPI. Masih banyak tahapan lainnya untuk mencapai keahlian penulisan sebagai Capaian Lulusan KPI. Tapi paling tidak tulisan mereka dimuat di media nasional bisa menjadi pengalaman bahwa mereka mampu menulis dengan baik dan mereka memiliki modal dasar untuk mahir menulis.

Diharapkan rutinitas mengirimkan tulisan ke media nasional ini bukan sekedar hanya untuk memenuhi kewajiban tugas mata kuliah, tapi bisa berlanjut menjadi passion dan hobi mereka. Sehingga Profil Lulusan Prodi KPI sebagai ahli dalam tabligh termasuk melalui tulisan bisa tercapai. Semoga

Berikut Tulisan Output Kuliah Jurnalisme Dakwah KPI Semester ganjil 2021/2022 yang dimuat di Media Nasional

  1. Sri Pujianti Nurohmah, (Judul: Ucapkan Selamat Datang buat Pancaroba) dimuat di kolom Forum Media Indonesia, Jum'at 15 Oktober 2021
  2. Raghib Musoffa Kamil  (Judul: Jangan Abaikan Kebutuhan Tubuh) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia, Sabtu, 23 Oktober 2021.
  3. Ike Srilopita Nurdianti  (Judul: Pancaroba Tidak Bisa Dihindari, Tapi Diantisipasi) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia, Sabtu, 23 Oktober 2021.
  4. Aulikha Fiony CS (Judul: Manajemen Persepsi saat Peralihan Musim) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia, Selasa, 26 Oktober 2021
  5. Keukeu Eva Fitriani (Judul: Dampak Pancaroba bagi Petani Padi) di Kolom Forum Media Indonesia, Selasa, 26 Oktober 2021
  6. Patra Sentosa Nugraha (Judul: Meraup Cuman saat Penghujan) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia, Rabu, 27 Oktober 2021.
  7. Keukeu Eva Fitriani (Judul: Dampak Pancaroba bagi Petani Padi) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia, Rabu, 3 November 2021.
  8. Ahmad Zaydan (Judul: Sudahi Liburan Mari Karantina Dulu) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia, Sabtu, 5 November 2021.
  9. Dewi Sri Hardiani (Judul: Bantulah Buat Konten Mengedukasi, Bukan Sensasi) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia, Sabtu, 6 November 2021.
  10. Arrumy Marwa (Judul: Ingat Korona Belum Sirna) dimuat di kolom forum Media Indonesia Sabtu 13 November 2002 1
  11. Aldo (Judul: tetap produktif walau harus Isolasi) dimuat di kolom forum Media Indonesia Sabtu 13 November 2021.
  12. Rio Mugni Firdaus (Judul: toleransi antar agama dalam perspektif Islam) dimuat di kolom pada media Indonesia Jumat 19 November 2021.
  13. Rifaldi Andzani (Judul: hargai Dan hormati perbedaan) dimuat di kolom pada Media Indonesia sabtu 20 November 2021.
  14. Qiathy Anjani ( Judul: sudahkah kita bertoleransi hari ini?) Dimuat di kolom forum Media Indonesia Rabu, 24 November 2021.
  15. Ayu Sri Wahyuni (Judul: toleransi kunci pemersatu negeri) Dimuat di kolom forum Media Indonesia Rabu, 24 November 2021.
  16. Zennita Meida Abdillah (Judul: Bertoleransi dalam Sosial Kemasyarakatan) Dimuat di kolom forum Media Indonesia Sabtu, 26 November 2021.
  17. Azhar Ubaidillah Assakhai (Judul: Ada Hak Orang Lain yang Harus Dihormati) Dimuat di kolom forum Media Indonesia Sabtu, 26 November 2021.
  18. Al-Kindi Nur Fuadi (Judul: Keamanan dan Kenyamanan Bersama Jadi Hal Penting) Dimuat di kolom forum Media Indonesia Sabtu, Rabu, 1 Desember 2021.
  19. Afriani Awaliyah (Judul: Bagaimana Kita Hidup dengan Keberagaman) Dimuat di kolom forum Media Indonesia Sabtu, Jum'at, 3 Desember 2021.
  20. Keukeu Eva Fitriani (Judul: Ada Adab saat Berselancar) Dimuat di kolom forum Media Indonesia Sabtu, Jum'at, 3 Desember 2021.
  21. Zahra Fatiyatul Aula (Judul: Kaitan Nilai Toleransi dan Pancasila) Dimuat di kolom forum Media Indonesia Jum'at, 3 Desember 2021.
  22. Alivva Rahmani (Judul: Membangun Pengaruh Diri secara Bijak) Dimuat di kolom forum Media Indonesia Sabtu, Sabtu, 4 Desember 2021. 
  23. Banafsha Saffa (Judul: Dewasa bukan soal Usia, melainkan Cakap Bermedia) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia Selasa, 7 Desember 2021
  24. Ahmad Fahmi LF (Judul: Jadilah Warganet yang Bijak) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia Selasa, 7 Desember 2021
  25. Dewi Sri Hardiani  (Judul: Kebajikan Ada di Tangan Kita) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia Selasa, 7 Desember 2021
  26. Annisa Aprilyanti (Judul: Kalau Bijak, Keuntungan Bisa Didapat) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia Kamis, 9 Desember 2021
  27. Ahmad Zaydan, (Judul: Waspada Provokasi di Dunia Maya) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia Sabtu, 11 Desember 2021
  28. Indah Nurhayati (Judul: Bencana Membuat Ibu Pertiwi Terus Bersedih dimuat di Kolom Forum Media Indonesia Rabu, 29 Desember 2021
  29. Ahmad Zaydan, (Judul: Wilayah Bencana bukan Objek Wisata dimuat di Kolom Forum Media Indonesia Rabu, 29 Desember 2021
  30. Muthi Muthmainah, (Judul: Episode Menyedihkan bagi Bangsa Indonesia) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia Rabu, 29 Desember 2021
  31. Dian Ramadhan (Judul: Berkaca dari Kejadian Sebelumnya)  dimuat di Kolom Forum Media Indonesia Jum'at, 31 Desember 2021
  32. Indah Nurhayati (Judul: Bencana Membuat Ibu Pertiwi Terus Bersedih) dimuat di Kolom Forum Media Indonesi, Selasa, 4 Januari 2022.
  33. Arrumy Marwa P. (Judul: Duka Korban Semeru Duka Kita Bersama) dimuat di Kolom Forum Media Indonesi, Kamis, 6 Januari 2022.
  34. Aisyah Azizatunnida (Judul: Saatnya Kita Menjadi Kuat Kembali) dimuat di Kolom Forum Media Indonesi, Jumat, 7 Januari 2022.
  35. Muthi Muthmainah (Judul: Episode Menyedihkan Bagi Bangsa Indonesia)  dimuat di Kolom Forum Media Indonesia, Jumat, 7 Januari 2022.
  36. Fadiyah Citra Azhari (Judul: Waspada, Jangan Malah Ikut Menyebar Hoaks) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia, Selasa, 11 Januari 2022.
  37. Anggi Anggraeni (Judul: Kebersamaan dalam Keberagaman Agama) dimuat di Kolom Forum Media Indonesi, Rabu, 12 Januari 2022.
  38. Setia Irham Faqih Mustaqim (Judul: Bencana dan Gerakan Hati Kita) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia, Kamis, 13 Januari 2022.
  39. Rio Mughni Firdaus (Judul: Tanggulangi Bencana Sebelum Berduka) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia, Kamis, 13 Januari 2022.
  40. Anggi Anggraeni (Judul: Turunkan Korona dengan Karantina) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia,  Jum'at, 14 Januari 2022.
  41. Roby Firdaus (Judul: Sikap saat Berselancar di Dunia Maya)  dimuat di Kolom Forum Media Indonesia,  Jum'at, 14 Januari 2022.
  42. Rifaldi Andzani (Judul: Selamatkan Alam demi Kemaslahatan Bersama) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia,  Sabtu, 15 Januari 2022.
  43. Khariza Rizka Fadillah (Judul: Bijak Menggerakan Jari Jemari) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia,  Sabtu, 15 Januari 2022.
  44. Silmie, Rusdiana S. (Judul Bencana dan Teguran Tuhan pada Kita) dimuat di Kolom Forum Media Indonesia, Rabu, 18 Januari 2022)

(Jumlah tulisan di atas masih diupdate sampai akhir Januari 2022)

Tips Lolos Pengecekan Proposal Skripsi oleh Jurusal KPI Seri-1

 

Sistematika Proposal Skripsi

Oleh: Dr. Uwes Fatoni

Banyak pertanyaan yang disampaikan oleh mahasiswa, khususnya di Jurusan KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung tentang penulisan proposal skripsi. Jawaban yang sering saya sampaikan, ikuti sistematika skripsinya sesuai dengan buku panduan penulisan karya tulis ilmiah yang dikeluarkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung karena lebih rinci.

Sistematika proposal penelitian yang diajukan mahasiswa juga harus memperhatikan apakah menggunakan riset kualitatif atau riset kuantitatif karena ada beberapa perbedaan di antara keduanya dalam sistematika proposalnya.  Sistematika proposal ini harus diikuti secara konsisten jangan sampai ditambah atau dikurangi, tidak sesuai dengan buku pedoman.

Lalu bagaimana sistematika Proposal untuk penelitian kualitatif. Berikut ini sistematikanya.

A. Latar Belakang Penelitian

B. Fokus Penelitian

C. Tujuan Penelitian

D. Kegunaan Penelitian

      a. Kegunaan Secara akademis

      b. Kegunaan Secara  Praktis  

 E. Kajian Penelitian yang Relevan

 F. Landasan Pemikiran

        a. Landasan Teoritis

        b. Kerangka Konseptual

G. Langkah-langkah Penelitian 

     a. Lokasi Penelitian

     b. Paradigma dan Pendekatan

     c. Metode Penelitian

     d. Jenis Data dan Sumber Data

     e. Informan atau Unit Analisis

     f. Teknik Pengumpulan Data

     g. Teknik Penentuan Keabsahan Data

H. Rencana Jadwal Penelitian

Daftar Pustaka

Panduan Wawancara dan Observasi   

 

Berikut penjelasannya

Judul

Judul penelitian berisi pernyataan berupa konsep atau antarkonsep terkait fenomena yang akan diteliti serta menggambarkan isi penelitian. 

Judul Proposal harus menggunakan HURUF KAPITAL SEMUA, sedangkan anak judul menggunakan Huruf Kapital Awal. Cantumkan juga Nama Dosen Pembimbing di atas logo UIN SGD Bandung. Halaman judul tidak diberi nomor halaman. Sedangkan Halaman setelah halaman judul harus ditambahkan nomor halaman. Untuk Halaman 1 atau halaman dengan tulisan BAB maka nomor halaman cantumkan di bagian bawah tengah, sedangkan halaman 2 dan seterusnya posisi nomor halaman di kanan atas.

A. Latar Belakang Penelitian

Bagian ini berupaya mendeskripsikan keunikan atau kekhasan fenomena yang melatarbelakangi pemilihan topik penelitian yang diuraikan secara induktif. a) Deskripsi mengenai fenomena atau gejala umum yang menarik minat peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut. b) Deskripsi gambaran umum   sebagai hasil   kajian pendahuluan mengenai keunikan atau kekhasan spesifik dari fenomena yang akan diteliti. c) Deskripsi mengenai keterkaitan topik penelitian dengan wilayah kajian keilmuan pada jurusan atau program studi. dan d) Deskripsi mengenai alasan akademik tentang urgensi dan signifikansi  pemilihan  topik  penelitian tersebut,  hingga tergambarkan alasan tentang kelayakan dan pentingnya (nilai) pemilihan topik untuk dijadikan sebagai fokus penelitian.

B. Fokus Penelitian

Bagian ini menjelaskan tentang pemusatan kajian yang akan diteliti, hingga tergambarkan secara jelas mengenai batasan yang menjadi arah penelitian, dilanjutkan dengan pernyataan penelitian. Isi uraian pada bagian ini terdiri atas : a) Fokus    penelitian    sebagai    uraian    tentang pokok penelitian yang dituliskan dalam bentuk pernyataan. b) Pertanyaan    penelitian    sebagai    turunan    dari fokus penelitian yang dirumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian.

C. Tujuan Penelitian

Bagian  ini  menjelaskan tujuan yang hendak dicapai melalui proses penelitian, karenanya tujuan penelitian harus dirumuskan dalam bentuk pernyataan  singkat, jelas dan tegas mengenai  tujuan  yang akan dicapai dalam kegiatan penelitian.

D. Kegunaan Penelitian

Bagian ini menjelaskan sumbangan hasil penelitian, baik secara akademis maupun secara praktis, karenanya pada bagian ini terdiri atas :
a.  Kegunaan Secara akademis
Bagian ini menguraikan tentang sumbangan hasil penelitian bagi pengembangan ilmu atau kontribusi hasil  penelitian bagi pengembangan khazanah pengetahuan sesuai dengan kajian ilmu pada jurusan/program studi. 

b. Kegunaan Secara  Praktis  

Bagian ini menguraikan tentang sumbangan  hasil penelitian yang bisa digunakan atau dimanfaatkan bagi lembaga tempat penelitian dilakukan, atau bagi lembaga pendidikan/universitas, fakultas dan jurusan/program studi.

E. Kajian Penelitian yang Relevan

Bagian ini mendeskripsikan sejumlah hasil penelitian yang dipandang  relevan  dengan  penelitian  yang  akan dilakukan. Uraian ini dapat dijadikan sebagai informasi awal mengenai berbagai hasil penelitian yang relavan, serta untuk memposisikan (persamaan dan perbedaan) penelitian yang akan dilakukan di antara penelitian tersebut. Uraian pada bagian ini diawali dengan paparan tentang penelitian yang relevan, selanjutnya beberapa penelitian yang relevan tersebut dibuatkan dalam bentuk tabel.

  F. Landasan Pemikiran
        a. Landasan Teoritis

Bagian ini menjelaskan secara singkat tentang teori yang akan  dijadikan  sebagai  landasan dalam memahami konteks sosial dan fenomena yang menjadi fokus penelitian. Uraian teori pada subbab ini, mulai dari nama penemu teori, sejarah dan orientasi teori, asumsi dasar dan dimensi atau statemen pokok yang ada pada teori, hingga lingkup dan implementasinya dalam kegiatan penelitian.

Fungsi teori dalam penelitian kualitatif,  khususnya pada  penelitian  untuk  skripsi  dapat  dijadikan  sebagai acuan awal dalam memahami realitas dan fenomena yang menjadi fokus penelitian serta dapat dijadikan sebagai kerangka kerja bagi peneliti untuk memahami dan melakukan kegiatan penelitian. Oleh karena itu manfaat teori dalam kegiatan penelitian kualitatif setidaknya dapat dijadikan sebagai acuan dalam menyusun asumsi dan atau definisi operasional dalam membuat desain penelitian yang akan dilakukan.

        b.Kerangka Konseptual

Bagian ini menjelaskan rumusan makna tentang berbagai konsep pokok yang terdapat dalam rencana penelitian. Rumusan konsep dalam kerangka konseptual (conceptual frame work) ini hanya menjelaskan asumsi dan komponen ide atau gagasan pokok yang terkandung dalam konsep yang terdapat dalam penelitian, karenanya uraian tentang konsep pada kerangka konseptual ini cukup hanya satu atau dua paragraf saja.

G. Langkah-langkah Penelitian
     a. Lokasi Penelitian

Bagian ini  menjelaskan  tempat (lokus)  penelitian dengan berbagai alasannya, sehingga menjadi terdeskripsikan secara jelas mengenai berbagai alasan peneliti memilih tempat tersebut sebagai lokasi penelitian. Untuk penelitian teks (web, buku, dll) yang tidak ada lokasi di lapangannya, maka sub bagian ini diganti menjadi Objek Penelitian.

     b. Paradigma dan Pendekatan

Bagian ini menjelaskan paradigma (perspektif) yang digunakan dalam penelitian, yaitu kerangka konseptual (conceptual frame work) yang menjadi seperangkat asumsi, nilai,  atau  gagasan  yang  memengaruhi persepsi  peneliti, dan pada gilirannya memengaruhi cara peneliti dalam melakukan penelitian. Di antara paradigma yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif adalah paradigma konstruktivisme. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang termasuk dalam kelompok paradigma interpretif (fenomenologis atau sosio-cultural). Penggunaan pendekatan penelitian, tentunya disesuaikan dengan karakteristik paradigma (perspektif) yang digunakan dalam penelitia.

     c. Metode Penelitian

Bagian  ini  menjelaskan  tentang metode  penelitian yang digunakan dalam penelitian disertai berbagai alasannya. Di antara alasan penting yang mesti dipertimbangkan dalam menentukan metode penelitian meliputi : (1) metode yang digunakan sesuai paradigma, pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan; (2) metode yang digunakan dapat menjawab fokus dan tujuan penelitian. Di antara metode yang dapat digunakan pada jenis penelitian kualitatif, misalnya; analisis wacana, fenomenologi, dan studi kasus. Pada bagian ini, dijelaskan pula beberapa alasan peneliti memilih metode penelitian yang digunakan. Misalnya: kesesuaian metode penelitian dengan paradigma penelitian, kesesuaian metode dengan jenis penelitian yang digunakan, karena tidak semua metode dapat digunakan untuk penelitian kuantitatif. 

     d. Jenis Data dan Sumber Data

         1) Jenis Data
Bagian ini menjelaskan tentang data yang akan dikumpulkan dalam penelitian sesuai jenis dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian penelitian kualitatif  dengan pendekatan  subjektif  atau interpretif maka jenis data penelitian yang dikumpulkan adalah data kualitatif,  yakni data dalam  bentuk deskriptif atau naratif.
         2) Sumber Data
Bagian   ini   menjelaskan   tentang sumber data untuk mendapatkan data yang dibutuhkan  dalam penelitian,  meliputi;  sumber data primer dan sekunder.
              a)  Sumber Data Primer
Sumber data primer merupakan sumber data pertama atau subjek utama penelitian, dan daripadanya didapatkan data pokok atau data pertama. Sumber data primer ini merupakan responden atau informan yang terlibat langsung dengan fokus penelitian, dan dipandang memiliki data yang dibutuhkan, serta bersedia memberikan data secara akurat dan secara langsung kepada peneliti.
              b) Sumber Data Sekunder
Sumber  data  sekunder  merupakan  sumber data selain  dari  sumber  data  primer  atau sumber data kedua yang  daripadanya atau  dari tempat  tersebut  didapatkan  data tambahan yang dibutuhkan dalam penelitian. Di antara sumber  data  sekunder  berupa  dokumen, buku,artikel jurnal, majalah dan sumber lain yang relevan dengan fokus penelitian. 

        e. Informan atau Unit Analisis

Bagian ini menjelaskan tentang informan atau unit analisis dalam penelitian. Sub-bab ini menggunakan sebutan informan, jika penelitiannya dilakukan dalam setting  sosial dengan  sumber data primer atau yang menjadi subjek penelitiannya adalah manusia. Tetapi jika penelitian mengenai teks dengan sumber data primer atau yang menjadi objek penelitiannya adalah teks (misal: majalah atau surat kabar) maka sub ini menggunakan istilah Unit Analisis.

1)    Informan
Istilah Informan digunakan dalam penelitian kualitatif, sebuah penelitian dengan subjek penelitiannya manusia. Informan adalah orang atau pelaku yang benar-benar mengetahui dan  menguasai serta  terlibat  langsung  dengan  minat atau  fokus penelitian. Selanjutnya menguraikan teknik penentuan informan yang apabila sumber data primernya manusia. Pemilihan informan sebagai sumber data primer dalam penelitian didasarkan pada penguasaan dan  kepemilikan data yang menjadi fokus penelitian, serta informan bersedia memberikan informasi secara lengkap dan akurat. Sedangkan teknik penentuannya dapat menggunakan snowball atau purvosif atau lainnya yang dipandang relevan, dan disesuaikan dengan karakteristik serta kondisi informan.
2) Unit Analisis
Sub-bab ini diberi judul Unit Analisis dan tidak lagi menggunakan judul Informan apabila penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian terhadap teks. Unit  analisis merupakan batasan dari satuan obyek yang akan dianalisis  dari sebuah teks yang disesuaikan  dengan  fokus  dan  tujuan penelitian. Satuan unit analisis dapat dalam bentuk sebuah artikel, sebuah paragraf, atau sebuah kata dari teks yang akan dianalisis.

        f. Teknik Pengumpulan Data

Bagian ini menjelaskan tentang teknik pengumpulan data yang digunakan dalam rangka mengumpulkan data penelitian. Pilihan tentang teknik pengumpulan data yang akan digunakan mesti disertai dengan argumen, meliputi : (1) mengapa teknik tersebut dipandang tepat dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan; dan (2) data apa saja yang akan dikumpulkan melalui teknik tersebut.

        g. Teknik Penentuan Keabsahan Data

Bagian ini menjelaskan mengenai teknik menentukan keabsahan data. Teknik penentuan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan prosedur untuk  menentukan dan menunjukkan  keakuratan data yang dikumpulkan  dalam penelitian kualitatif, misal: triangulasi, reflektivitas, dan otentisitas.

        h. Teknik Analisis Data

Bagian  ini  menjelaskan  tentang  teknis  analisis  data yang digunakan untuk menganalisis data hasil penelitian di lapangan. Dalam penelitian kualitatif, teknik analisis data dilakukan sepanjang penelitian berlangsung mulai dari awal hingga akhir penelitian   di lapangan.  Akan   tetapi   dalam melakukan analisis akhir atas data yang dikumpulkan di lapangan, dilakukan tahapan analisis data secara khusus, misalnya melalui tahapan : reduksi data, penyajian atau display data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan.

H. Rencana Jadwal Penelitian

Bagian ini menjelaskan rencana atau jadwal penelitian disertai dengan tahapan kegiatan penelitian yang akan dilakukan. Bagian ini dibuatkan dalam bentuk tabel dengan baris ke bawah berisi rencana penelitian mulai dari awal penyusunan proposal, kegiatan dalam 12 kali bimbingan sampai sidang munaqasah, kolom tabel ke kanan berisi bulan kegiatan minimal 4 bulan sejak penyusunan proposal.

Daftar Pustaka

Bagian ini mendaftar seluruh kepustakaan yang digunakan sebagai rujukan dalam penyusunan proposal penelitian, baik berupa buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya yang ditulis berdasarkan urutan abjad. 

Proposal skripsi wajib mengutip artikel jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan KPI (Jurnal Tabligh: https://jurnal.fdk.uinsgd.ac.id/index.php/tabligh) diterbitkan oleh Fakultas (Jurnal Ilmu Dakwah https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/idajhs dan Jurnal Communicatus https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/CJIK) serta artikel yang ditulis oleh dosen pembimbing skripsi dan dosen yang mengajar di Jurusan KPI. 

Mahasiswa juga wajib mengutip buku yang ditulis oleh dosen pembimbing skripsi dan dosen yang mengajar di Jurusan KPI. Cari nama dosen tersebut di scholar.google.co.id

Panduan Wawancara dan Observasi  

Bagian ini menyusun sejumlah pertanyaan pokok yang akan digunakan  dalam  penelitian.  Panduan  wawancara  dan panduan observasi  ini  akan  dijadikan  sebagai  pedoman untuk melakukan wawancara kepada informan dan melakukan observasi di lapangan sesuai dengan fokus dan lokasi penelitian.

--------

Sedangkan sistematika proposal penelitian kuantitatif memiliki beberapa perbedaan yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut :

        Judul

        A. Latar Belakang Masalah

        B. Perumusan Masalah

        C. Tujuan Penelitian

        D. Kegunaan Penelitian

            a. Secara Akademis

            b. Secara  Praktis

        E. Kajian Penelitian yang Relevan

        F. Kerangka Pemikiran

        G.  Hipotesis   

        H. Langkah-langkah Penelitian

            a. Lokasi Penelitian
            b. Paradigma dan Pendekatan
            c. Metode Penelitian
            d. Jenis Data dan Sumber Data
            e. Populasi dan Sampel
            f. Teknik Pengumpulan Data
            g. Validitas dan Reliabilitas
            h. Teknik Analisis Data
        I. Rencana Jadwal Penelitian
        Daftar Pustaka
        Kuesioner, Panduan Wawancara dan Panduan Observasi

Untuk mahasiswa Fakultas Dakwah bisa baca buku PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI yang dikeluarkan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung berikut:

https://drive.google.com/file/d/1kaJQjJTQB7ME0J6L-H3GDg0EPoEZTt1s/view

Untuk membaca buku panduan karya tulis ilmiah bisa di bawah ini, scroll ke bawah.

Uwes Fatoni Dampingi Pengelola Jurnal Ilmu Dakwah se-Indonesia dalam Pelatihan Daring Reakreditasi Jurnal Seri Ke-2 PPJID


Bandung, PPJID (Perkumpulan Pengelola Jurnal Islam Dakwah) kembali mengadakan pelatihan daring akreditasi jurnal bidang ilmu dakwah Sabtu, 18/04/20. Webinar seri ke-2 yang memanfaatkan aplikasi zoom ini diikuti oleh 50 pengelola jurnal dakwah se-Indonesia dari Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Di seri ke-1 Sabtu sebelumnya pelatihan membahas tentang proses akreditasi jurnal sedangkan pertemuan Sabtu ini seri ke-2 menjelaskan proses reakreditasi jurnal dan best practice dari pengelola jurnal terakreditasi Sinta 2, dan seri ke-3 Sabtu berikutnya akan mengungkapkan penulisan artikel untuk konferensi internasional terindeks scopus, pada tanggal 25 April 2020.

Pelatihan daring seri ke-2 ini diarahkan oleh Syahril Furqan, wakil ketua PPJID, pengelola jurnal Al-Bayan UIN Ar-Raniry Aceh dan narasumber ketua PPJID Uwes Fatoni dari jurnal Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletics Studies UIN SGD Bandung serta Aprezo, pengelola jurnal Islamic Guidance and Counseling (IGCJ) IAIM NU Metro Lampung. Kedua narasumber ini adalah pengelola jurnal yang sudah terakreditasi Sinta 2.

Uwes Fatoni, dalam pemaparannya menjelaskan tentang syarat akreditasi, proses penilaian akreditasi dan diakhiri dengan membedah jurnal Dakwah salah satu peserta.

Adapun Aprezo menjelaskan pengalamannya dalam mempersiapkan jurnal IGCJ. Ia membuka rahasia kenapa jurnal IGCJ bisa terakreditasi Sinta 2 sejak Volume 1 Nomor 1.

“Pengelola jurnal harus banyak belajar dan membuat tampilan dan pengelolaan jurnal yang baik, siapkan editor dan reviewer jurnal yang bersedia membantu persiapan jurnal, dan lakukan penilaian evaluasi diri dengan meminta pandagan dari asesoe jurnal” ungkapnya.

Para peserta yang juga pengelola jurnal ilmu dakwah seluruh Indonesia antusias mengikuti acara ini. Mereka mengakui bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus untuk melakukan percepatan akreditasi jurnalnya. Para pengelola jurnal berharap PPJID terus mengadakan kegiatan ini secara rutin sehingga kualitas jurnal ilmu dakwah di Indonesia semakin baik.

Setelah kegiatan selesai para peserta kemudian membuat rilis berita kegiatan dan dipublikasikan di website kampus masing-masing dan juga web berita online. Berikut beberapa berita tentang kegiatan tersebut:

http://ppjid.org/ppjid-kembali-adakan-pelatihan-daring-reakreditasi-jurnal-seri-ke-2/

https://fdik.uinib.ac.id/berita/detail/pelatihan-dan-pendampingan-akreditasi-jurnal-bidang-ilmu-dakwah

https://fuad.iainpare.ac.id/2020/04/pengelola-jurnal-komunida-ikuti.html?m=1

https://maklumatnews.com/2020/04/19/pengelola-jurnal-wardah-ikuti-pelatihan-daring-reakreditasi-jurnal-ppjid/#ixzz6K48boAaj

http://md.uinsgd.ac.id/web/cat/5e9c285977d85

http://ilkom.unida.gontor.ac.id/semangat-ikuti-pelatihanpengelola-jurnal-sahafa-dan-ettisal-persiapkan-akreditasi-jurnal-di-tengah-wabah-pandemik
/
http://fakdakom.walisongo.ac.id/?p=2358

https://fdik.uinib.ac.id/berita/detail/pelatihan-dan-pendampingan-akreditasi-jurnal-bidang-ilmu-dakwah
© all rights reserved
Modified by kanguwes